Kegiatan parenting education dilaksanakan di gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tologosadang Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, pada hari Minggu, tanggal 12 Januari 2020 pukul 08.30 sampai 10.30

Anak merupakan asset bangsa yang paling berharga di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakuka sedini mungkin. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus dilakukan secara berkesinambungan dalam kerangka siklus hidup manusia yang dimulai dari sejak dalam kandungan sampai lanjut usia. Upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensia majemuk sesuai dengan potensi genetiknya (Dep.Kes Ri, 2007). Untuk itu pembinaannya  perlu dilakukan sejak dini sesuai dengan siklus tersebut. Salah satu tahapan yang sangat penting adalah masa balita khususnya tahap janin sampai anak berusia dua tahun karena pada tahap usia ini terjadi perkembangan otak yang sangat cepat yakni mencapai 80%. Di masa balita, anak-anak memiliki kesempatan mengembangkan aspek-aspek dalam dirinya, baik secara fisik, kognitif, maupun sosioemosional. Pengajaran dan pendidikan pada anak sangat penting untuk menjadi modal dasar di masa depanya. Agar orang tua dapat memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anaknya dengan baik diperlukan pengetahuan tentang pengasuhan anak yang baik pula. Parenting education merupakan cara terbaik untuk membangun  karakter anak melalui kedua orang tuanya. Dari sini anak-anak mulai belajar dan membetuk karakter. Karena itu, para orang tua harus membekali diri dengan parenting education. Peran mereka menjadi penting karena sebelum bersekolah anak terlebih dahulu mengenal orang tuanya. Di masa sekarang dimana teknologi informasi berkembang dengan pesat, mendidik anak membutuhkan ketrampilan mengasuh yang memadai dan konsep diri yang positif agar mampu berkomunikasi dengan baik dan menerapkan disiplin dengan kasih sayang. Selain pengetahuan, orang tua diharapkan memiliki kesiapan menjadi orang tua dan memahami tujuan pengasuhan yang benar agar mampu menghasilkan anak yang kuat dan tangguh di masa-masa selanjutnya. Oleh karena itu kegiatan parenting education perlu diberikan kepada remaja yang akan memasuki usia pernikahan, pasangan muda (calon orang tua) maupun orang tua yang telah memiliki anak. Dari kegiatan parenting education ini harapkan mereka memiliki pemahahaman yang baik tentang bagaimana mempersiapkan menjadi orang tua sampai dengan bagaimana pengasuhan yang baik karena orang tua adalah pendidik yang pertama dan paling utama bagi anak-anaknya. Orang tua dikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak di kemudian hari. Apabila cara orang tua mendidik anaknya di rumah dengan baik, maka di sekolah atau di lingkungan masyarakat anak itupun akan berperilaku baik pula. Tapi sebaliknya apabila cara orang tua mendidik anaknya dirumah dengan kurang baik seperti lebih banyak santai, bermain, dimanjakan, maka di sekolah atau  di lingkungan masyarakat yang kondisinya berbeda dengan lingkungan di keluarganya maka anak tersebut akan menjadi pemberontak, nakal, kurang sopan dan malas. Namun demikian, kendala atau masalah yang dihadapi oleh orang tua siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tlogosadang adalah minimnya pengetahuan tentang pola asuh anak. Oleh karena itu Kepala Sekolah TK Aisyiyah Tlogosadang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan untuk mengadakan kegiatan Parenting Education dengan tema “Jadinya Aku karena Orangtuaku”.