BERITA
01 Jul 2025, 09:32 AM
Admin Web ARS
Admin Web
Universitas Muhammadiyah Lamongan menggandeng PCIM dan PCIA Malaysia dalam program pengabdian lintas negara. Dari pemeriksaan kesehatan hingga penyuluhan keadilan sosial, pengabdian ini menyentuh langsung kebutuhan warga Indonesia di perantauan. Tagar.co – Pagi itu, Rumah Hamka Muhammadiyah Malaysia dipenuhi semangat kolaborasi dan solidaritas. Ahad, 27 Juli 2025, menjadi momentum bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang memperluas jangkauan pengabdiannya ke ranah internasional.
Bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Aisyiyah (PCIA) Malaysia, Umla menggelar kegiatan bertema “Building Healthy and Empowered Communities Through Family Empowerment and Health Education”.
Baca juga: Batik Gedog Jadi Jembatan Diplomasi Budaya di Summer Course Umla 2025:
Rektor Umla, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, M.Kes., membuka acara dengan pernyataan yang menegaskan makna dakwah sebagai gerakan global. Bagi Prof. Abdul Aziz, kehadiran Umla di Malaysia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pengabdian masyarakat lintas negara ini adalah bagian dari dakwah dan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang sehat, adil, dan sejahtera. Umla siap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di tanah air, tapi juga untuk warga Indonesia di luar negeri,” ujar Prof. Abdul Aziz. Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fatkhur, menyambut kerja sama ini sebagai wujud konkret kepedulian dan konsistensi nilai-nilai kebangsaan Muhammadiyah di luar negeri.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keummatan dan kebangsaan terus kita jaga bersama, bahkan di tanah rantau. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang,” tegasnya. Layanan Kesehatan dan Penyuluhan Berbasis Keilmuan Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga Muhammadiyah serta masyarakat Indonesia di Malaysia tampak antusias mengikuti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan konsultasi umum. Kebersamaan dan rasa saling peduli tercermin dalam setiap interaksi.
Umla turut menghadirkan sesi penyuluhan dari dua fakultas sebagai bentuk integrasi keilmuan dalam pengabdian. Muhammad Ganda Saputra, M.Kes., dari Fakultas Ilmu Kesehatan, membawakan materi tentang gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes. Ia menekankan pentingnya hidup aktif, asupan bergizi, dan manajemen stres sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, Dr. Yulie Wahyuningsih, MM., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyampaikan penyuluhan bertajuk “Pengembangan Model Restorasi Justice berbasis Kebutuhan dan Hak-hak Mitra Derad”.
Ia menawarkan pendekatan berbasis keadilan sosial untuk membantu reintegrasi sosial-ekonomi mantan narapidana terorisme (mitra derad), dengan menitikberatkan pada kebutuhan dan hak mereka sebagai warga negara. Kolaborasi Lintas Negara, Dampak Nyata
Dihadiri pengurus PCIM dan PCIA Malaysia serta puluhan warga Muhammadiyah, kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat mampu memberi dampak nyata. Bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga lintas batas negara—membentuk komunitas yang sehat, berdaya, dan inklusif.
Umla terus menegaskan komitmennya menjalankan tridarma perguruan tinggi sebagai sarana transformasi sosial. Kolaborasi dengan PCIM dan PCIA Malaysia menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga agen perubahan global. (#)