Selamat Datang

Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit

Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kegiatan

01 August 2025 | 09:39 WIB

PK IMM Ibnu An-Nafis Raih Penghargaan “The Best ORMAWA UMLA 2025

Admin Web ARS

Admin Web

#Penghargaan

UmlaNews-Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu An-Nafis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Dalam Kongres Mahasiswa UMLA 2025, PK IMM Ibnu An-Nafis berhasil meraih penghargaan sebagai “The Best ORMAWA UMLA 2025”. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa PK IMM Ibnu An-Nafis dalam pengembangan organisasi, pengabdian masyarakat, advokasi, serta kontribusi aktif dalam kegiatan intra dan ekstra kampus selama satu tahun terakhir. Ketua Umum PK IMM Ibnu An-Nafis, Fillah Inzuly, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diraih. Ia menekankan bahwa capaian ini bukan hanya hasil kerja keras pengurus, tetapi juga buah dari kolaborasi dan semangat kader-kader IMM dalam menjadikan organisasi sebagai ruang bertumbuh yang dinamis dan berdampak. “Alhamdulillah, ini adalah bentuk pengakuan terhadap kerja kolektif kami. IMM bukan hanya tempat berkegiatan, tapi juga ruang pembelajaran, pengabdian, dan perjuangan. Kami akan terus menjaga semangat ber-IMM untuk menciptakan gerakan yang solutif dan progresif,” ungkap Fillah. Dengan slogan “Berdaya, Berkarya, Berjaya”, PK IMM Ibnu An-Nafis membuktikan eksistensinya sebagai organisasi yang mampu mencetak kader unggul dan menjadi contoh teladan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Pendidikan

10 July 2025 | 09:30 WIB

UMLA Siap Lepas Ratusan Mahasiswa KKN ke Berbagai Wilayah, Siap Memberikan Dampak Perubahan di Masyarakat

Admin Web ARS

Admin Web

#Kegiatan

#Seminar

UMLA News, 31 Juli 2025 – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti halaman utama Kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada Kamis pagi, saat dilangsungkannya acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Sebanyak 549 mahasiswa semester 6 jenjang sarjana (S1) secara resmi dilepas untuk menjalankan pengabdian masyarakat melalui program KKN yang akan berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Acara pelepasan ini dihadiri oleh: Wakil Rektor I, II, dan III, Para Dekan dan Wakil Dekan, Pejabat Struktural, Dosen Pembimbing Lapangan, serta seluruh peserta KKN. Pelepasan Burung di Awal Pengabdian. Sebagai tanda dimulainya perjalanan mahasiswa ke tengah-tengah masyarakat, acara pelepasan KKN ditandai dengan prosesi simbolik berupa pelepasan burung merpati ke udara. Pelepasan burung ini melambangkan kebebasan, tanggung jawab, dan harapan agar para mahasiswa mampu terbang tinggi membawa misi pengabdian dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat. Program KKN UMLA 2025 terdiri dari empat jenis yang menjangkau wilayah berbeda: KKN Reguler (545 mahasiswa): Kecamatan Sambeng & Bluluk, Kab. Lamongan KKN MAS (2 mahasiswa): Provinsi Riau KKN Kolaboratif (10 mahasiswa): Tambakboyo, Tuban – kolaborasi dengan UM Surabaya KKN Internasional (2 mahasiswa): Thailand Mengusung tema: "Kampus Berdampak: Sinergi Ilmu dan Aksi dalam Pengabdian Masyarakat", program ini memiliki tujuan utama: Menanamkan nilai dakwah amar makruf nahi munkar dalam setiap aksi pengabdian. Mendekatkan kampus dengan masyarakat melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan. Membantu pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa lintas disiplin ilmu. Dalam sambutannya, Ketua LPPM UMLA Abdul Rokhman, S.Kep., Ns., M. Kep, menegaskan bahwa KKN adalah ajang penting bagi mahasiswa untuk menguji langsung manfaat ilmu di tengah kehidupan nyata. “Melalui KKN, mahasiswa belajar berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat. Ini bukan hanya soal teori, tapi tentang merespons kebutuhan nyata dengan pendekatan islami, kolaboratif, dan solutif dannpenerapan teknologi tepat guna, ungkapnya. Senada dengan Sambutan Wakil Rektor I Dr. Arifal Aris, M. Kes KKN tahun ini mengusung konsep ‘Kampus Berdampak’ yang tidak hanya melibatkan lebih banyak wilayah, termasuk luar provinsi dan luar negeri, tetapi juga mengedepankan kolaborasi, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara lebih nyata. Ini menjadi pembeda signifikan dibanding tahun sebelumnya. Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa: jaga sikap, jaga etika, dan yang paling almamater jaga nama baik almamater. Kalian membawa nama besar UMLA ke tengah-tengah masyarakat.” Ungkapnya Dengan semangat pengabdian, sinergi ilmu, dan simbolisasi melalui pelepasan burung, mahasiswa UMLA siap menjadi agen perubahan yang tak hanya membawa nama kampus, tetapi juga misi dakwah, kepedulian, dan semangat membangun bersama masyarakat – hingga ke tingkat internasional.

Pendidikan

01 July 2025 | 09:32 WIB

Umla dan PCIM Malaysia Sinergi Lintas Negara: Dari Layanan Kesehatan hingga Restorasi Sosial

Admin Web ARS

Admin Web

#Kegiatan

#Seminar

Universitas Muhammadiyah Lamongan menggandeng PCIM dan PCIA Malaysia dalam program pengabdian lintas negara. Dari pemeriksaan kesehatan hingga penyuluhan keadilan sosial, pengabdian ini menyentuh langsung kebutuhan warga Indonesia di perantauan. Tagar.co – Pagi itu, Rumah Hamka Muhammadiyah Malaysia dipenuhi semangat kolaborasi dan solidaritas. Ahad, 27 Juli 2025, menjadi momentum bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang memperluas jangkauan pengabdiannya ke ranah internasional. Bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Aisyiyah (PCIA) Malaysia, Umla menggelar kegiatan bertema “Building Healthy and Empowered Communities Through Family Empowerment and Health Education”. Baca juga: Batik Gedog Jadi Jembatan Diplomasi Budaya di Summer Course Umla 2025: Rektor Umla, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, M.Kes., membuka acara dengan pernyataan yang menegaskan makna dakwah sebagai gerakan global. Bagi Prof. Abdul Aziz, kehadiran Umla di Malaysia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang terukur dan berkelanjutan. “Kami meyakini bahwa pengabdian masyarakat lintas negara ini adalah bagian dari dakwah dan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang sehat, adil, dan sejahtera. Umla siap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di tanah air, tapi juga untuk warga Indonesia di luar negeri,” ujar Prof. Abdul Aziz. Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fatkhur, menyambut kerja sama ini sebagai wujud konkret kepedulian dan konsistensi nilai-nilai kebangsaan Muhammadiyah di luar negeri. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keummatan dan kebangsaan terus kita jaga bersama, bahkan di tanah rantau. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang,” tegasnya. Layanan Kesehatan dan Penyuluhan Berbasis Keilmuan Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga Muhammadiyah serta masyarakat Indonesia di Malaysia tampak antusias mengikuti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan konsultasi umum. Kebersamaan dan rasa saling peduli tercermin dalam setiap interaksi. Umla turut menghadirkan sesi penyuluhan dari dua fakultas sebagai bentuk integrasi keilmuan dalam pengabdian. Muhammad Ganda Saputra, M.Kes., dari Fakultas Ilmu Kesehatan, membawakan materi tentang gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes. Ia menekankan pentingnya hidup aktif, asupan bergizi, dan manajemen stres sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, Dr. Yulie Wahyuningsih, MM., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyampaikan penyuluhan bertajuk “Pengembangan Model Restorasi Justice berbasis Kebutuhan dan Hak-hak Mitra Derad”. Ia menawarkan pendekatan berbasis keadilan sosial untuk membantu reintegrasi sosial-ekonomi mantan narapidana terorisme (mitra derad), dengan menitikberatkan pada kebutuhan dan hak mereka sebagai warga negara. Kolaborasi Lintas Negara, Dampak Nyata Dihadiri pengurus PCIM dan PCIA Malaysia serta puluhan warga Muhammadiyah, kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat mampu memberi dampak nyata. Bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga lintas batas negara—membentuk komunitas yang sehat, berdaya, dan inklusif. Umla terus menegaskan komitmennya menjalankan tridarma perguruan tinggi sebagai sarana transformasi sosial. Kolaborasi dengan PCIM dan PCIA Malaysia menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga agen perubahan global. (#)